Tag Archives: IQ

Cerdas Otak dan Cerdas Perilaku

Banyak orang genius (jenius) tidak jadi apa-apa.
Banyak orang cerdas hidup telantar.
Banyak orang pintar tidak memberi kontribusi bermakna.

Salah satu orang paling cerdas di dunia saat ini adalah Chris Langan dengan IQ 195. Tentu IQ sehebat itu melebihi IQ Eisntein. Mengapa Chris Langan tidak sehebat Einstein?

Enstein adalah orang paling genius, paling cerdas, juga paling hebat abad 20 yang lalu. Einstein, tentu saja, memiliki IQ yang sangat tinggi. Diperkirakan Eisntein memiliki IQ di atas 140, mungkin sekitar 160 – benar-benar sangat cerdas.

Tetapi Langan melampaui Eisntein dalam hal IQ.
Mengapa Langan tidak sehebat Eisntein?

Itulah pertanyaan utamanya.

IQ memang bukan segalanya. Dalam buku-buku saya terdahulu saya telah banyak membahas tentang ini. Saya hanya ingin menegaskan lagi bahwa selain cerdas otak, kita juga perlu cerdas perilaku.

Untuk menjadi hebat, kita memang perlu IQ cukup tinggi. Kita perlu memiliki IQ setidaknya sekitar 115 sampai 120 untuk mencapai sukses. Tetapi skor IQ yang lebih dari 120 mulai tidak terlampau signifikan terhadap sukses Anda. Ketika kita telah memiliki IQ yang cukup maka cerdas perilaku atau sebutlah IQ perilaku menjadi lebih penting.

Saya yakin Anda telah memiliki IQ di atas 115. Sehingga Anda memiliki potensi yang besar untuk meraih sukses. Setiap orang yang mampu lulus SMA dengan wajar diharapkan telah memiliki IQ di atas 115. Apa lagi bila Anda telah lulus sarjana.

Kini yang lebih penting bagi kita adalah cerdas perilaku.
Bagaimana cara kita belajar cerdas perilaku?
Cerdas perilaku lebih banyak kita pelajari dari lingkungan.

Bersyukurlah bagi Anda yang hidup dalam lingkungan cerdas perilaku. Sedangkan bagi Anda yang kurang beruntung, yang hidup dalam lingkungan tidak terlalu cerdas perilaku, selamat berjuang untuk menjadi lebih cerdas perilaku.

Kami di APIQ, berusaha untuk menebarkan cerdas perilaku. Ketika siswa datang, guru APIQ akan menyapa,

“Hai apa kabar Ani…?” atau,
“Selamat siang Ani…” atau,
“Assalamualaikum Ani…”

Sebuah sapaan kecil. Sebuah salam kecil. Memang kecil, tetapi itu akan berpengaruh besar kepada siswa yang namanya di sapa langsung oleh guru. Bagi guru APIQ, ini pun juga latihan cerdas perilaku. Bagaimana seorang guru harus kenal betul dengan setiap siswa, nama siswa, perkembangan siswa, dan lain-lain.

Tiba waktunya pulang, siswa akan memberi salam kepada guru sambil mencium tangan guru APIQ. Sebuah pemandangan yang indah. Sedikit demi sedikit mari kita bangun cerdas perilaku…!

Tentu saja, di antara tata krama dan cerdas perilaku, siswa APIQ tetap kreatif. Kreatif bermatematika, juga kreatif belajar. APIQ: Inovasi Pembelajaran Matematika Kreatif.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Iklan