Tag Archives: istilah bilangan

Satu Lagi Misi Matematika Kreatif APIQ untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

APIQ fokus untuk ikut serta mecerdaskan kehidupan bangsa melalui matematika kreatif. Awalnya, kami hanya berfokus kepada matematika kreatif saja. Tetapi ternyata matematika kreatif itu sangat luas – dan dalam.

Kami di APIQ telah lama menyadari betapa pentingnya memilih istilah-istilah yang tepat dalam pembelajaran matematika. Anak-anak kita pasti sangat mudah mempelajari matematika paling mendasar yaitu berhitung bilangan – dan angka – dari 1 sampai dengan 10. Persoalan biasanya muncul ketika anak-anak mulai mengenal angka 11.

Mengapa?

Angka 11 kita baca sebagai sebelas memang tidak sesuai dengan nalar matematika.

Angka sebelas lebih mudah dibaca oleh anak-anak sebagai 2 yaitu 1+1. Sebagaimana orang Romawi telah memakainya ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. Dalam istilah Romawi, ii = 2. Betulkan?

Tetapi kita memang berkepentingan mengenalkan angka sebelas kepada anak-anak. Bagaimana caranya?

Baik. Jika anak kita langsung paham bahwa 11 = sebelas maka itu adalah karunia bagi kita sebagai orang tua atau guru. Kenyataannya banyak anak yang tidak memahaminya. Meski tidak paham, anak kadang menyatakan ketidakpahamannya itu. Kadang pula anak tetap membisu. Ketidakpahaman ini dapat merugikan bagi si anak atau kita sebagai pendidik.

Di APIQ, kami memperkenalkan 11 sebagai sepuluh satu = sebelas = satu puluh satu.

Orang dewasa mudah mengatakannya 11 sebagai sebelas. Tetapi bagi anak-anak akan lebih mudah menangkap secara logis bila kita juga menyebutnya sebagai sepuluh satu. Bahkan akan lebih hebat lagi bila kita menyebutnya sebagai satu puluh satu.

Tadi siang saya mencoba berkeksperimen kepada Dul, salah satu siswa APIQ termuda yang masih berumur 4 tahun.

“Empat puluh tambah dua berapa Dul?”
“Empat puluh dua,” jawab Dul mantap.

“Enam puluh tambah tujuh berapa Dul?”
“Enam puluh tujuh.”

“Dua puluh tambah dua puluh?”
“Empat puluh.”

“Sepuluh tambah sepuluh?”
“Dua puluh.”

“Seratus tambah seratus?”
“….hmmm…seribu!” jawab Dul sebisanya.

Pada titik ini, saya tidak akan menyalahkan Si Dul. Pun saya juga tidak memberi tahu jawaban yang benar dari seratus tambah seratus. Saya malahan melanjutkan dengan pertanyaan.

“Seribu tambah seribu?”
“Dua ribu,” jawab Dul mantap.
“Hebat kamu Dul!”

“Satu ratus tambah satu ratus?”
“Dua ratus,” jawab Dul semakin mantap.

Apakah ada bedanya antara “seratus tambah seratus” dengan “satu ratus tambah satu ratus”?

Bagi kita orang dewasa, seperti tidak ada bedanya.

Bagi anak-anak kita yang sedang beranjak mengenal matematika, dua pertanyaan di atas adalah sangat berbeda.

Merumuskan istilah-istilah yang tepat dalam matematika kreatif, kini menjadi misi utama bagi APIQ. Jadi APIQ mulai agak meluas ke ranah bahasa. Dalam waktu dekat ini APIQ akan mengusulkan beberapa istilah bilangan (angka) yang lebih mudah dipahami oleh anak didik.

Semoga usulan-usulan pemilihan istilah yang tepat ini lebih membantu putra-putri kita belajar matematika kreatif.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)